Minggu, 12 Desember 2021

RELATIONAL DIALECTICS THEORY

Relational Dialectics Theory 

(Teori Dialektika Relasional)


Hallo Sahabat Komunikasi !!, Kalian semua pasti sudah tahu bahwa komunikasi memiliki banyak teori, salah satunya adakah Teori Dialektika Relasional (Relational Dialectics Theory). Pasti kalian semua ingin tahu kan, apa itu Teori Dialtektika Relasional?. Yuk kita simak liebih lanjut untuk mengetahuinya.


Pengertian 

Teori Dialektika Relasional (Relational Dialectics Theory) merupakan teori yang menggambarkan hidup hubungan sebagai kemajuan dan pergerakan yang konstan. Semua yang terlibat didalam hubungan akan terus merasakan dorongan dan tarikan dari keinginan yang bertolak belakang didalam sebuah bagian hidup berhubungan. Teori tersebut, dikemukakan pertama kali oleh L.A Baxter dan W.K Rawlins pada tahun 1988.Teori Dialektika Relasional merupakan salah satu teori komunikasi yang berada pada level komunikasi antar pribadi dan secara garis besar membahas mengenai pengembangan hubungan. 

Pada dasarnya dalam Teori Dialektika Relasional, perselisihan yang terjadi pada suatu hubungan didasarkan pada tidak searahnya suatu hubungan atau tidak berkembgangnya suatu hubungan secara lurus. Hubungan yang tidak searah dan tidak berkembang tersebut terjadi ketika seseorang mencoba memaksakan keinginannya satu terhadap yang lain atau keinginan yang bertentangan antara dua belah pihak terhadap hubungan mereka. Teori Dialektika Relasional mendeskripsikan kehidupan sebagai kemajuan dan berkembangan yang stabil. Kita ambil contoh seperti, orang orang yang berada dalam hubungan ingin tetap terhubung dan mandiri, terbuka dan melindungi diri sendiri,interaksi mereka dapat ditentukan dan keserentakan.


Asumsi Teori Dialektika Relasional

Relational Dialectics Theory  terdapat 4 asums teorii yang menggambarkan kehidupan relasional. 

1. Pemikiran bahwa hubungan terdiri atas bagian-bagian yang bersifat linear.
Asumsi ini menyatakan bahwa sebuah hubungan terdiri atas keinginan-keinganan yang sifatnya bertentangan sehingga sangat sulit untuk dapat mengatakan bahwa sebuah hubungan bersifat linear


Contoh :Pasangan yang telah menjalani hubungan selama 2 tahun sedang mengalami masalah dalam hubungan nya. Kemudian, pasangan lelaki menginginkan hubungan tersebut selesai karena masalah tidak bisa diselesaikan. Namun, pasangan wanita menginginkan hubungan tersebut lanjut karena ia cinta dengan pasangan lelaki.

2. Hidup berhubungan ditandai dengan adanya perubahan
Berdasarkan asumsi tersebut sebuah hubungan selalu bergerak baik itu mengalami kemunduran maupun kemajuan. 

Contoh : Pada tahun pertama yang dijalani oleh kedua pasangan tersebut berjalan sangat baik dan romantis. Seiring berjalannya waktu, hubungan tersebut mengalami kemunduran karena berbagai masalah yang dihadapinya dan menyebabkan hubungan tersebut mengalami perubahan.

3. Kontradiksi merupakan fakta fundamental dalam hidup berhubungan. 
Pada asumsi ini menekankan bahwa kontradiksi, ketegangan akan selalu ada dan tidak akan pernah menghilang dalam hubungan dan akan selalu memimbulkan ketegangan didalam hubungan antara keduanya. Oleh sebab itu, komunikasi dibutuhkan dalam menangani ketegangan untuk sebuah hubungan yang lebih baik. 

Contoh : Dalam menjalani hubungan pasti akan ada pertentangan yang dialami, misalnya seperti yang dialami oleh kedua pasangan tersebut yang pada awalnya baik baik saja. Pertentangan yang dialami oleh kedua pasangan tersebut, seperti perbedaan pendapat mengenai sebuah masalah.

4. Komunikasi adalah pusat untuk mengatur dan merundingkan kontradiksi relasional.
Pada asumsi ini, kunci dalam mengatur dan merundingkan kontradiksi dalam sebuah hubungan adalah Komunikasi. Pada dasarnya, kontradiksi dan ketegangan dalam hubungan tidak selalu bernilai negatif, hal tersebut perlu dijalni bersama dengan berlangsungnya komunikasi yang baik agar dapat mengelola kontradiksi dan ketegangan tersebut menjadi positif bagi hubungan.

Contoh : Kontradiksi yang dialami oleh kedua pasangan tersebut bisa menyebabkan hubungan tersebut lanjut atau selesai, apabila dalam menangani kontradiksi dilakukan dengan komunikasi maka akan bernilai positif bagi sebuah hubungan.

Dialektika Relasi Dasar

1. Otonomi dan Keterkaitan (Autonomy and Connection)
Dialektika antara otonomi dan keterkaitan menekankan pada keinginan setiap orang yang muncul agar tidak bergantung kepada orang yang menurut kita penting dan juga untuk meneruskan hubungan dengan pihak lain nya dalam berhubungan. 

2. Keterbukaan dan Perlindungan (Openness and Protection)
Dialektika antara keterbukaan dan perlindungan menekankan bahwa seseorang akan menjadi terbuka dan rentan sesuai dengan kebutuhannya. Seperti, memberitahu informasi pribadi kepada pihak yang berada dalam hubungan . Keinginan seseorang dalam berkonflik untuk mengatakan rahasia dan menyimpannya dapat ditunjukan dengan ketegangan dalam hubungan.

3. Hal yang baru dan Prediktabilitas (Novelty and Predictabillity)
Dialektika antara hal yang baru dan prediktabilitas menekankan kepada stabilitas dan perubahan yang baru. Keinginan seseorang dalam konflik untuk menemukan stabilitas dan perubahan dalam hubungan yang dijalaninya. 

Elemen Dialektika Relasional dalam Membangun Ketegangan Kesimpulan

Terdapat 4 elemen dalam Teori Dialektika Relasional (Relational Dialectics Theory)

1. Totalitas
Dalam elemen ini menyatakan bahwa setiap orang yang berada dalam hubungan saling bergantungan satu sama lain. Yang berarti ,apabila salah satu pihak mengalami sesuatu maka akan mempengaruhi pihak lain yang berada dalam hubungan yang sama. 
Contoh : Salah satu pasangan yang berada dalam hubungan mengalami masalah pribadi, seperti jenuh, lelah, bosan. Maka hal tersebut mempengaruhi pasangan yang satunya seperti bertanya tanya "Apa yang terjadi saat ini?". Bahkan bisa mempengaruhi hubungan tersebut

2. Kontradiksi
Yaitu dua elemen yang saling bertentangan. Elemen ini merupakan hal terpenting dalam pendekatan dialektika. 
Contoh : Ketika salah satu pasangan ingin memberitahukan bahwa ia sedang ada masalah yang dapat membuat hubungan itu renggang, namun ia menahan nya untuk mempertahankan hubungan tersebut
 
3. Gerak
Pergerakan pada proses hubungan dan perubahan yang terjadi seiring berjalannya waktu.
Contoh : Perbedaan kualitas hubungan sekarang yang dialami oleh kedua pasangan dengan kualitas hubungan pada saat awal memulai hubungan.

4. Praksis
Menekankan bahwa manusia dapat membuat pilihan sesuai yang diinginkan. Meskipun pilihan tersebut dibatasi dengan faktor faktor lain, manusia tetap merupakan pengambil keputusan yang sadar sepenuhnya dan aktif.
Contoh : Kedua pasangan yang mengalami masalah dalam hubungan nya kemudian salah satu pasangan tersebut menentukan pilihan nya untuk berpisah atau menyelesaikan hubungan tersebut.

Kesimpulan


Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa Teori Dialektika Relasional (Relational Dialectics Theory) menggambarkan hidup dalam berhubungan sebagai perubahan yang konstan dan menjelaskan adanya pertentangan yang dialami setiap orang dalam hubungan. Semua yang terlibat dalam hubungan akan mengalami dorongan dan tarikan dari keinginan keinginan yang bertolak belakang.

Pada saat menjalankan hubungan pasti akan memiliki kontradiksi dengan semua harapan yang dimiliki oleh seseorang dalam berhubungan. Kontradiksi akan selalu ada dalam hubungan, dalam menangani kontradiksi dibutuhkan nya komunikasi antara pihak yang berhubungan. Namun, apabila kontradiksi tersebut tidak ditangani dengan baik maka akan mehancurkan sebuah hubungan/

 



5 komentar:

CONTOH DIALEKTIKA RELASIONAL

Siapa disini yang sedang ada masalah dalam hubungan dengan dia? Teori ini menggambarkan kejadian yang kamu alami saat ini loh! HALLO SOBAT K...